Subak Abian Kala Jiwa Wakili Kabupaten Bangli Dalam Lomba Subak/subak Abian Tk Provinsi Bali Th 2014

  • 12 November 2014
SUBAK ABIAN KALA JIWA WAKILI KABUPATEN BANGLI DALAM LOMBA SUBAK/SUBAK ABIAN TK PROVINSI BALI TH 2014

Sebagai duta Kabupaten Bangli pada lomba subak Abian tingkat propinsi, subak Abian Kala Jiwa Desa Yangapi Kecamatan Tembuku, Kabupaten Bangli, telah dinilai tim penilai lomba subak tingkat Propinsi Bali. Mengingat subak dan subak Abian telah menjadi ikon budaya Bali yang telah terkenal ke mancanegara, Pemerintah Daerah Kabupaten Bangli melalui Dinas Pendapatan Daerah/Pasedahan Agung Kabupaten Bangli sangat komit terhadap kelestarian subak/Subak Abian, Karenanya,pelaksanaan  lomba subak dan subak abian ini merupakan salah satu upaya pemerintah melestarikan keberadaan subak sebagai pariwisata budaya," Penilaian dilaksanakan di Balai Subak Abian kala Jiwa, desa Yangapi (12/11/2014).

Tim Penilai dipimpin oleh Sekretaris Dinas Kebudayaan (Sekdisbud) Provinsi Bali Anak Agung Gede Griya. Disambut disambut Asisten I Pemerintahan Setda Kabupaten Bangli Bapak Drs I Wayan Lawe, kepala Dinas Pendapatan Daerah/Sedahan Agung Kabupaten Bangli; bapak Drs I Ketut Riang,MM, Camat Tembuku, Tim Pembina Kabupaten serta tim pendamping, di Balai Subak Abian Kala Jiwa Desa Yangapi. Sebagai leding sektor dalam kegiatan ini adalah Dinas Pendapatan Daerah/Pasedahan Agung Kabupaten Bangli dengan melibatkan tim dari unsur SKPD dan PHDI, MMDP Kabupaten Bangli, Dinas P2, Dinas P3 Kabupaten Bangli, Bagian Hukum dan dari Kementerian Agama Kabupaten Bangli . beserta unsur muspida dan seluruh krama Subak Abian Kala Jiwa

Dalam sambutannya Bupati Bangli yang dibacakan oleh Asisten I Pemerintahan Setda Kabupaten Bangli Bapak Drs I Wayan Lawe menyatakan, Subak Abian merupakan lembaga sosial agraris yang memiliki nilai religius dan disegani keberadaannya. Oleh karena itu sudah sepatutnya kita melestarikan serta ngajegang keberadaan Subak agar tidak terdesak atau hilang seiring adanya alih fungsi lahan subak ”Melalui Lomba Subak Abian ini, kami berharap agar krama Subak, maupun generasi penerusnya, memiliki hasrat yang tinggi, dalam upaya mempertahankan budaya Bali.

Sekdisbud Provinsi Bali A.A. Gede Griya mengatakan, Subak merupakan warisan budaya dari nenek moyang di Pulau Dewata. Kelanggengannya wajib dipertahankan disetiap generasi. Ancaman dalam bentuk apapun harus diwaspadai, agar kelestarian subak dapat bertahan.”Mari bersatu untuk kemakmuran dan keajegan adat, budaya, agama masyarakat di Bali,”ajaknya. Aspek yang dinilai, meliputi Tri Hita Karana. Antara lain, Aspek Parahyangan (Hubungan terhadap Tuhan), Pawongan (hubungan antar Krama), dan Palemahan (Hubungan dengan lingkungan).

Dalam kesempatan ini, Pemerintah mengingatkan pentingnya keberadaan subak abian yang diwariskan secara turun temurun karena  dapat membantu meningkatkan pendapatan masyarakat. Karenanya, diminta agar subak abian dilestarikan, dan komoditi subak abian di desa tersebut agar dijaga dan dikembangkan. 

Untuk melestarikan subak/ subak Abian warga subak harus memahami konsep Tri Hita Karana, karena kunci keberhasilan melestarikan subak adalah pemahaman dan kemampuan menerapkan konsep itu dalam kegiatan subak sehari-hari. 

  • 12 November 2014

Berita Terkait Lainnya

Cari Berita